My Poem

Monday, March 21, 2011

Anda Kurang Beruntung Nona


Hey Nona,

Senyum manismu itu ternyata hanya dusta

Hanya senyuman biasa

Hanya senyum tanpa rasa


Hey nona,

Taukah kau senyum yang ku beri selama ini adalah cinta

Sebuah cinta nyata

Tulus dari dasar jiwa


Tapi nona,

Mengapa kau pilih dia?

Bukan aku yang selalu memberimu bunga?

Yang biasa menjadi tempatmu bercerita?


Hey nona,

Apakah aku terlalu berlebihan mengira?

Terlalu berbesar rasa?

Terlalu menganggap kau luar biasa?


Ah…, sudahlah nona, tak perlu penjelasanmu itu

Tak perlu kilah manis merdumu itu

Tak perlu alasan penawar luka hati itu


Luka yang kau beri ini hanya kerikil

Kan ku anggap sebagai luka kecil

Luka yang hanya secuil


Aku hanya ingin berkata,

Anda kurang beruntung nona !!!


Semoga kau bahagia bersamanya


Sarijadi 200311 (untukseseorangyanglebihmemilihdiadaripadaaku)

Sunday, March 20, 2011

Dialog


Aku berdialog dengan diriku sendiri:


Hey, Jangan menangis kau ini lelaki

Tegarlah, ini Cuma masalah hati

Hey Jangan berduka, kau ini seorang ksatria

Bangunlah, ini Cuma masalah cinta


Hey, jangan gusar, kau ini seorang pendekar

Tenanglah, ini bukan masalah besar

Hey, jangan pula kau merasa terpencil

Hadapilah, ini Cuma masalah kecil


Kau pernah menghadapi yang lebih besar dari yang sedang kau alami

Seharusnya kerikil seperti ini bisa kau lewati

Ini Cuma soal dia yang singgah sementara lalu pergi

Janganlah kau kalah dengan kerikil seperti ini



Dits, Cjr200311 – 01:34

Siklus Cinta


Berbicara tentang cinta

Akan ada berjuta kata tersedia 'tuk ungkapkannya

Bahasannya tak pernah sirna

Penikmatnya tak pernah tak ada


Walau banyak luka yang menganga

Banyak juga tangis yang mengiris

Namun ada pula suka yang membahana

Dan canda tawa yang merona manis


Seperti siklus siang dan malam

Cinta juga datangkan suka dan kelam

Jangan kau tanyakan keberadaanya

Jangan pula kau tanya mengapa


Kini kelamnya cinta datang menghampiri

Tak ada yang perlu ku tangisi

Semoga siklus cinta ini kan cepat berganti


Dits, Cjr200311 – 01:18

Saturday, March 19, 2011

aaarrgh !!!

Aku pernah melewati rintangan yang lebih besar dari yang kurasakan saat ini...
Seharusnya rintangan kerikil seperti ini bisa kulewati...

Sedikit Saja


Berbatang-batang rokok menemani anganku yang terbang bersamamu

Seperti asap rokok yang meracuni paru-paru,

Kau datang racuni hatiku…

Kau seperti nikotin yang buatku ketagihan dan tak bisa kutahan


Tak terasa sudah habis sebatang

Namun anganku masih tetap melayang

Kuambil lagi sebatang dari cangkang

Kunyalakan dan ku hisap sambil berdendang


Secangkir kopi masih tersisa saat itu

Kuteguk dan ku habiskan tanpa ragu

Aku berharap, setelah ku dendang beberapa lagu

Bayangmu kan hilang dan terganggu tidurku


Ah tapi rupanya usahaku sia-sia

Bayangmu masih saja menggoda

Andai ku punya keberanian sedikit saja

Kan ku ungkapkan ini semua padanya…



dits 190311


Menulis


Menulis bukan hanya hal yang romantis
Tetapi lebih membuat kita kritis...

Menulis juga seperti melukis
Setiap coretan tangan yang tergaris
Merupakan ekspresi yang harmonis...


dits, 2010

Friday, March 18, 2011

Hilang Di Rimba Kata




Lama tak jumpa puisi,
Lama tak kusapa kata-kata,
Lama tak ku hiraukan isi hati,
Lama pula ku tak peka pada rasa...

Kini aku kembali menyapa,
mencoba merangkai kata,
kata yg berserakan tak karuan dalam jagat sastra,,,
ah..., tapi aku tak kuasa...

Naluri ini seolah hilang,
tertelan lamanya waktu,
membuangku darinya...,
kucoba merangkai, mengukir di rimba kata,

tapi.... Ku tetap tak bisa...
Kata-kata seolah tak mau lagi menyapa,
rimanya seolah tak mau lagi mengira,
peka ku tak ada, lenyap, hilang,
hingga ku butuh waktu tuk memulihkan'y..

dits, 012009