My Poem

Friday, March 18, 2011

Hilang Di Rimba Kata




Lama tak jumpa puisi,
Lama tak kusapa kata-kata,
Lama tak ku hiraukan isi hati,
Lama pula ku tak peka pada rasa...

Kini aku kembali menyapa,
mencoba merangkai kata,
kata yg berserakan tak karuan dalam jagat sastra,,,
ah..., tapi aku tak kuasa...

Naluri ini seolah hilang,
tertelan lamanya waktu,
membuangku darinya...,
kucoba merangkai, mengukir di rimba kata,

tapi.... Ku tetap tak bisa...
Kata-kata seolah tak mau lagi menyapa,
rimanya seolah tak mau lagi mengira,
peka ku tak ada, lenyap, hilang,
hingga ku butuh waktu tuk memulihkan'y..

dits, 012009
 

Monday, August 17, 2009

64 Tahun



64 Tahun...
Kau telah berdiri tegak,
berkibar di puncak,
walau sesekali kau terpaksa harus menghela nafas
di tengah tiang yang hampir retak

64 Tahun...
Rupanya bukan waktu yang cukup tuk melihat kau tak bercucuran air mata,
bukan waktu yang cukup tuk singkirkan bala,
bukan waktu yang cukup tuk bersihkan noda

64 Tahun kawan !!!
Ia masih terlihat sama,
Tetap rendah hati dan setia,
Tetap sederhana walau terkadang merana,
Tapi Tetap berkibar dan tegar

64 Tahun...
Semoga kau tak cepat renta...
Dimakan serangga-serangga berkedok ksatria,
yang hanya hisap saripatimu dan coba buat kau layu,

Kami, Dia, Mereka kecuali para "ksatria-ksatria" itu
Akan selalu bangga da tetap menjaga,
Karna kami sang anak bangsa, bukan serangga-serangga.

Monday, August 18, 2008

Apakah Aku Merdeka ?


Merdeka...!!!
Pekik mereka ditengah ramai
Memecah keheningan mendongkrak puja
diantara jelata
Menarik simpati tumpahkan emosi
sembari sembunyi diantara kolusi...

merdeka...!!!
Lantang suara menggema dibalik tirai
Membakar suasana melebur tahta
Dibawah pesona sang Saka
Melukis rona diatas wahana yang nyata

Sementara...

Aku hanya ternganga di bawah beton kumal
Berwarna entah apa,
Terhempas dibalik kertas
Yang tak lama lagi akan terlindas
Karena deru pembangunan yang semakin deras

Ditanganku ku genggam sang Saka
Kusam karna tak pernah kusiram
Kusut karna tak pernah kurajut
Cemberut karna kemiskinan yang tak kunjung surut

Merdeka...???
Aku bertanya, apakah aku merdeka ?




Dits

Thursday, July 31, 2008

Lamunanku (di suatu sore yang jenjang)


Di suatu sore yang jenjang
ku berdiri
ku telanjangkan hati,
selami diri, menekan emosi

mengapa aku harus terhenti oleh tragedi?

batu sandungan anggap saja cobaan
caci maki biarkan ku telan
hitam, kelam, kotor, kusam
bukankah itu sebuah proses menuju paham?

masih banyak soal di depan
yang penting jangan fikirkan
yang tak penting
biarkan diri ini terpelanting
jauh masuk menembus dinding yang asing

sore beranjak padam
mentari yang gagah kini pulang
terbenam dibalik sesosok bayang ...

sementara aku,
aku masih disini terdiam
tenggelam dalam redupnya kelam

gema terngiang akupun padam
memadamkan ego yang tak mau diam

di suatu sore yang jenjang
ku berdiri
ku tersadar ku harus tetap tegar
hadapi semuannya dengan semangat yang kekar

satu langkah kedepan adalah
hal yang sangat besar


dits
Di suatu sore yang jenjang
ku berdiri
ku telanjangkan hati, selami diri
menekan emosi

mengapa aku harus

Ajal Di Penantian



Hari-hari berlalu tanpa peduli
makna yang hilang jadi sebuah kenangan
takkan terulang kembali ke masa silam

sesal terasa membengkak di dada
apalah daya ajal seolah tlah menjelma
menunggu pasti di dini hari yang sepi

pasrah hati menjadi penawar yang sakti
obati rasa ngeri

satu suara keras memecah keheningan
di tengah sunyi
kau terhentak, sontak meregang jiwa yang sunyi

ramai mulai terasa,
hangat mulai menyengat
damai mulai terpahat

namun sayang semua sudah terlambat
engkau sudah sekarat
penantianmu berakhir di tempat

semoga damai menantimu di akhirat


dits
Hari-hari berlalu tanpa peduli
makna yang hilang jadi sebuah kenangan