My Poem

Tuesday, February 26, 2008

Untitled

We can’t see the future

We can’t look at was

I don’t care what happen in the future

I Didn’t care what happened it was

Its not too important

The most important is

I love you… now and forever

:believe it:

Pencari Malam

Derap langkah beradu di hening malam

Iringi cahaya kota yang redup kelam…

Kau susuri jalanan sunyi…

Kau hampiri, keremangan malam

yang menggeliat di heningnya jalanan sunyi,


Deru cahaya beriring nada yang menggetarkan jiwa

Hilangkan sejenak riuh kesah dalam dada

Bebaskan sejenak beban hidup yang menjerit

Di dalam jiwa…

Penat

Biarkan butiran itu jatuh

Menelusuri halus wajahmu…

Hingga jatuh ke bumi…


Biarkan pecah menabrak tanah

Hingga menjadi serpihan…

Yang tak terjamah…


Biarkan lenyap

bersama penat yang melekat dalam pekat

hingga kesedihan tak lagi terlihat…

?Tak Tau Kenapa?


aku tak tau kenapa.

penat aku kini
tak bisa lagi kurasakan curahan inspirasi
apalagi menjangkau tower imajinasi
apakah ku tlah tiba pada titik jenuhku?
pada titik stagnasi yang seolah mematisurikan aku?

ah... tidak

aku masih ingin berekspresi
telusuri indahnya ironi dalam iramanya yang tak pasti
jelajahi fananya maya
yang merona bak fatamorgana di siang hari
aku tak ingin hibernasi saat ini

jangan ganggu aku !!!

aku ingin sendiri
aku tak mau ditemani
tapi, kubenci suasana ini
ku ingin keramaian menghampiri

ah...

Aku tak tau kenapa
Aku ingin Tanya mengapa
Aku harus bagaimana
Aku tak tau harus berbuat apa
Jangan Tanya kenapa
Karena yang kurasakan tak mungkin kau rasakan...


Monday, February 25, 2008

ku tau kaupun begitu

lelah ku terus begini,

mencoba lupakan bayangmu setiap hari

namun tak jua dapat kulupakan

karna kau terlalu indah bagiku

mungkin harus kusadari ku tak bisa lepas darimu,

setiap ku coba melupakanmu,

semakin dalam rasa rinduku,

semakin ku coba lari dari cintamu,

semakin kuat cintaku padamu,

izinkan aku tuk meminta hatimu kembali,

izinkan aku tuk memulai kembali rasa yang tlah sirna.

karna ku tau kaupun begitu

Kau di Hatiku

titik titk sinar berkilauan d hamparan permadani malam
bermahkotakan rembulan,
bersinggasanakan kasih dan sayang,
hembus dinginnya angin takkan goyahkan rasa ini padamu
gelapnya malam takkan butakan hati ini padamu,
hatiku slalu bersinar menyinari kasih kita
seperti bintang yang berkilauan,
seperti mutiara yang indah berkilau,
begitulah layaknya kau dihatiku...

Aini

Sepi melanda saat kau jauh..
dingin merasuki tanpa mu..
lelah ku pertahankan ragu..
kuyakin ini karenamu...

saat kau hadir di hatiku...
hidupkupun berubah jauh...
seolah tak ingin kau berlalu..
kuyakin kusuka padamu....

Aini... kau pujaan hati,
peri kecil yang tleh goyahkan hari...
Aini.. kau pujaan hati,
salahkah bila aku
menyayangimu....

Angin berlalu musim berganti
Aini kau tetap di mimpi
hasrat ingin dapatkan hati
namun tak ingin khianati....